Makanan Khas Amerika Serikat, Bukti Keanekaragaman Kuliner Negeri Paman Sam!

Makanan Khas Amerika Serikat, Bukti Keanekaragaman Kuliner Negeri Paman Sam!

Makanan Khas Amerika – Ada banyak makanan khas Amerika Serikat yang bisa kalian temukan di Indonesia. Hamburger, cheesesteaks, barbeque, hot dog, atau makanan lainnya. Tidak salah memang, hanya saja masih ada makanan lain yang perlu kamu tahu.

Biar bagaimanapun, saat membicarakan makanan asli negara atau daerah tertentu, pasti berhubungan dengan budaya. Hal tersebut karena semua negara di dunia ini saling mengadaptasi makanan sekaligus teknik memasaknya.

Misalnya saja, tempura yang merupakan makanan asli Jepang. Apakah kalian tahu bahwa sebenarnya orang Jepang belajar bagaimana cara menggoreng makanan dalam adonan justru dari pedagang Portugis?

Ya, sekitar abad ke-16, para pedagang Portugis dan misionaris datang ke Nagasaki. Bahkan nama “tempura” sendiri berasal dari kata “tempero” yang berarti bumbu dalam bahasa Portugis atau dari kata “Quatuor Tempora” bahasa Latin untuk Ember days. Sebuah hari dimana umat Kristen diharuskan mengkonsumsi ikan dan sayuran.

Di Amerika Serikat sendiri banyak makanan yang “dipinjam” dari negara-negara lain. Sebab banyak imigran yang datang ke negara tersebut dan mempengaruhi gaya makanannya. Contohnya, koki asal Tiongkok yang tinggal di Amerika dan mencoba menggabungkan teknik memasak China dengan Amerika untuk melahirkan makanan baru.

Nah, apa saja kira-kira makanan khas Amerika Serikat yang berasal dari penggabungan budaya? Simak https://www.onecafemiami.com/ daftar lengkapnya di bawah ini!

Makanan Khas Amerika Serikat, Bukti Keanekaragaman Kuliner Negeri Paman Sam!

Makanan Khas Amerika Serikat Yang Terdengar Seperti Berasal Dari Negara Lain

California Roll

Pertama adalah California Roll, yang penampilannya terlihat sangat mirip dengan Sushi. Menariknya, sejarah makanan ini masih belum jelas sebab menurut thedailymail.com, British Columbia–seorang koki dari Los Angeles dan Vancouver–mengaku bahwa dirinya adalah penemu California Roll. 

Disisi lain, Ken Sousa, yang sama-sama bekerja di Los Angeles juga mengklaim dirinya sebagai pemilik makanan ini. Bahkan Ken memiliki bukti yang cukup mendukung, yakni sebuah artikel dokumentasi dari Associated Press yang terbit pada tahun 1979.

Terlepas dari sejarahnya, California roll mempunyai rasa yang lebih kuat dari Sushi asli Jepang serta menggunakan bahan yang lebih banyak. Makanan yang satu ini terbuat dari alpukat, mentimun, dan kepiting imitasi dengan rumput laut di bagian dalamnya.

Chimichanga

Chimichanga adalah makanan yang tampilan dan rasanya lebih mirip makanan Meksiko. Meskipun sebenarnya Chimichanga ditemukan pertama kali di El Charro, Tucson, Arizona. Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat Arizona, makanan ini ditemukan secara tidak sengaja.

Tepatnya ketika pemilik restoran Monica Flin tidak sengaja menjatuhkan sebuah burrito ke dalam penggorengan. Alih-alih mengangkatnya, dia justru meneriakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Spanyol yaitu “Chimichanga!”.

Selain itu, ada juga versi lain yang diceritakan oleh pendiri restoran Macayo Mexican Table. Dia mengaku menemukan makanan ini dengan cara yang sama. Namun dibalik asal usulnya, Chimichanga merupakan makanan khas Arizona dan telah menjadi salah satu makanan paling ikonik di Amerika.

Cuban Sandwich

Seringkali kita menganggap bahwa makanan yang menggunakan nama sebuah negara memang berasal dari negara tersebut, seperti “Kebab Turki” misalnya. Padahal tidak semuanya seperti itu.

Cuban Sandwich dari Amerika ini salah satunya. Makanan yang mempunyai nama lain “Cubano” ini memiliki latar belakang yang cukup rumit. Pasalnya penduduk asli Cuba kemungkinan besar membuat sandwich ikan dengan roti cassava.

Namun orang Spanyol membawa bumbu utama untuk sandwich ini, yaitu keju dan roti yang terbuat dari tepung terigu dan daging babi. Lebih jauh lagi, sekitar tahun 1800-an ketika industri tembakau mulai berkembang, perjalanan antara Kuba dan Florida Selatan merupakan hal yang biasa.

Saat itu, para buruh di pabrik cerutu membutuhkan makan siang cepat saji dengan rasa yang enak. Kemudian seiring berkembangnya waktu, budaya serta bahan makanan terus bercampur.

Hal ini kemudian melahirkan Cuban Sandwich “modern”–yang banyak ditemukan di Amerika Serikat dan terbuat dari roti Cuba renyah, mustard kuning, babi panggang, ham, keju Swiss, serta acar–di Sunshine State.

English Muffin

English Muffins pertama kali ditemukan oleh seorang imigran Asal Inggris. Ceritanya bermula pada tahun 1880. Saat itu, Samuel Bath Thomas membuka sebuah toko roti di New York dan menyajikan “toaster crumpets” makanan tradisional Inggris.

Muffin berpori dan kenyal dalam makanan ini kemudian dipotong dua sehingga lebih mudah untuk dipanggang. Hasil dari proses tersebut menjadi sebuah alternatif untuk roti panggang yang cukup populer. Inilah yang disebut dengan English Muffin.

Saat ini, English Muffin banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat sandwich, telur Benediktus, serta beberapa resep lainnya.

Fajitas

Nama Fajitas diambil dari bahasa Spanyol “Faja” yang berarti “potongan”. Makanan ini terbuat dari potongan steak yang dimasak menggunakan api besar dengan campuran paprika serta bawang bombay. Kemudian disajikan dalam tortillas baru selesai dibuat.

Banyak restoran Meksiko yang menjadikan Fajitas sebagai makanan khas mereka. Meskipun sebenarnya makanan ini bukan berasal dari perbatasan Meksiko, melainkan dari Texas.

Fajitas pada awalnya merupakan makanan yang sering dinikmati oleh para peternak sapi Tejano. Mereka menggunakan potongan daging sapi yang dicampur dengan vaqueros untuk membuat hidangan ini.

French Dressing

French Dressing atau saus Prancis merupakan makanan khas Amerika Serikat lain yang harus kamu tahu. Meski dinamakan “French Dressing”, tetapi ada perbedaan signifikan tentang penggunaannya.

Pasalnya saus ini tidak akan ditemukan di Prancis. Alih-alih menggunakan French Dressing, orang Perancis lebih sering menggunakan vinaigrette. Sementara di Amerika Serikat, ini adalah saus yang terbuat dari kecap, cuka, gula, saus Worcestershire, serta rempah-rempah lain seperti biji seledri, bubuk bawang putih, serta paprika.

French Dressing Milani 1890–yang muncul pada tahun 1938–dipercaya sebagai saus Prancis pertama yang banyak dijual di toko kelontong. Sampai saat ini, tidak ada yang tahu mengapa saus ini dinamai dengan French Dressing. 

Fortune Cookie

Jika kalian berkunjung ke Amerika Serikat dan makan di restoran atau kedai lokal, kamu akan menemukan makanan yang satu ini dengan mudah. Pasalnya ini adalah salah satu dessert yang populer di Negeri Paman Sam.

Selain itu, Fortune Cookie atau kue keberuntungan juga menjadi makanan pokok di Tiongkok pada saat ini. Namun, hidangan ini sebenarnya ditemukan oleh koki asal Jepang.

Nah, menariknya ternyata ada dua pihak yang menyatakan dirinya sebagai penemu kue keberuntungan. Pertama, Japanese Tea Garden yang ada di Taman Golden Gate San Fransisco, mengklaim bahwa mereka telah menjual dessert ini sejak akhir abad ke-19.

Pihak lain yang ikut mengklaim sebagai penemu kue keberuntungan adalah sebuah perusahaan mie Hong Kong di Los Angeles. Namun dipercaya bahwa pengasingan Jepang pada Perang Dunia II mengakibatkan orang Tiongkok-Amerika mengambil alih produksi hidangan ini. Sejak saat itu, Fortune Cookie mulai menjadi makanan khas Amerika.

General Tso’s Chicken

Bagi kalian yang berencana mengunjungi Amerika Serikat untuk liburan maupun pekerjaan, sebaiknya ingat baik-baik hal ini: banyak restoran Chinese lokal di sana yang hidangannya tidak berasal dari Tiongkok. Contohnya, General Tso’s Chicken ini.

Meskipun namanya diambil dari pemimpin militer Tiongkok, Tso Tsung-t’ang, tetapi  makanan ini bukan masakan tradisional khas Tiongkok. Hidangan ini hanya terinspirasi dari hidangan Hunan yang ditemukan oleh Peng Chang-kuei dan kemudian diolah oleh Tsung Ting Wang, seorang koki yang bekerja di New York.

Uniknya, General Tso’s Chicken yang banyak dihidangkan di restoran all you can eat ini cocok sekali dengan selera orang Amerika.

German Chocolate Cake

Ada satu fakta menarik dari hidangan ini yang harus kamu tahu: nama “German” ternyata tidak diambil dari negara Jerman, melainkan dari seorang pembuat cokelat asal Amerika Serikat, yaitu Samuel German.

Samuel German sendiri merupakan penemu dark baking chocolate, bahan dasar untuk kue ini. Cokelat tersebut mulai beredar di pasaran pada tahun 1852, lalu dua tahun kemudian (1857) seorang ibu rumah tangga asal Texas membuat kue ini untuk pertama kalinya. German Chocolate Cake buatannya dilengkapi dengan topping kelapa, kemiri, serta maraschino cherry.

Spaghetti and Meatballs

Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, di Amerika Serikat banyak restoran Itali yang menjadikan spageti dan bakso sebagai makanan utamanya. Namun, ternyata hidangan tersebut justru tidak berasal dari Italia.

Sebab di Italia, bakso biasa disajikan sebagai hidangan pembuka. Sedangkan spageti dan pasta disajikan dengan saus tradisional, seperti pesto atau bolognese. Spaghetti and meatball sebagai perpaduan dari keduanya justru ditemukan di Amerika oleh imigran Italia-Amerika.

Resep pertama untuk hidangan yang satu ini diterbitkan oleh National Pasta Association yang merupakan sebuah asosiasi perdagangan, pada tahun 1920.

Swiss Steak

Di Amerika ada sebuah makanan yang relatif murah, serta digemari oleh banyak orang, yaitu Swiss Steak. Hidangan ini merupakan sepotong steak bulat yang dimasak dalam oven Belanda dengan menggunakan suhu yang rendah. Kemudian disajikan dengan saus.

Meski disebut “Swiss Steak”, namun ternyata nama tersebut tidak ada hubungannya dengan negara Swiss sama sekali. Sebab Swiss di sini merujuk ke swissing, sebuah proses menggulung atau menumbuk daging untuk membuatnya menjadi lunak.

Makanan Khas Amerika Paling Populer di Indonesia

Taco

Taco merupakan makanan khas Amerika Utara dan banyak sekali ditemukan di restoran-restoran cepat saji di Meksiko. Hidangan ini memiliki bentuk yang seperti kebab. Terbuat dari tortilla gandung yang diisi dengan keju, daging, daun selada tomat, bawang, serta potongan Alpukat.

Ada juga taburan lada serta saus salsa khas Amerika Latin di atasnya. Taco memiliki daya tarik visual yang tidak bisa diabaikan begitu saja sebab bentuknya yang menyerupai kerang.

Tuna Sandwich

Selanjutnya ada Tuna Sandwich yang merupakan makanan utama masyarakat Amerika Serikat. Rasanya yang lezat dan kandungan protein yang tinggi menjadi kelebihan utama hidangan ini.

Apalagi, protein sangat baik untuk menjaga kesehatan dan menunjang masa pertumbuhan tubuh.

Burrito

Burrito adalah kombinasi antara Meksiko dengan Amerika yang sangat khas. Jika kalian lihat secara sekilas, Burrito ini memiliki isi yang tidak berbeda jauh dengan Taco. Hanya saja Burrito dibungkus dengan bentuk tabung, sedangkan Taco bentuknya lebih menyerupai kerucut.

Grits

Grits atau bubur jagung adalah makanan khas Amerika Serikat selanjutnya yang cukup populer di Indonesia. Uniknya, makanan ini juga menjadi makanan pokok bagi warga Amerika bagian Selatan.

Terbuat dari biji jagung yang digiling secara kasar dan rasanya bisa divariasikan. Namun umumnya, hidangan ini memiliki rasa yang manis atau gurih.

Jambalaya

Berikutnya ada Jambalaya yang populer di Louisiana. Makanan ini sendiri merupakan hidangan tradisional milik etnis Cajun yang terbuat dari beras yang dicampur dengan daging, sayuran, serta seafood.

Jika dilihat sekilas, penampakannya sangat mirip dengan Paella. Namun, warna merah Jambalaya lebih terang.

Hoppin’ John

Hoppin’ John merupakan makanan khas Carolina yang berbahan dasar nasi serta kacang polong. Hidangan ini banyak ditemukan di Amerika Serikat bagian Selatan. Biasanya kacang polong yang digunakan untuk hidangan ini adalah kacang polong merah atau hitam, kemudian dicampur dengan nasi, irisan daging asap, bawang cincang, serta garam.

Seiring berjalannya waktu, Hoppin’ John bahkan memiliki variasi lauk yang lebih beragam lagi. Mulai dari kalkun asap, sosis country, ham hock, fatback, atau bacon. Ada juga yang menambahkan potongan paprika hijau atau rempah-rempah lain sebagai sayuran pelengkapnya.

Ice Cream Sundae

Dessert yang satu ini sangat terkenal di Amerika dan Indonesia. Bahkan mayoritas restoran di sini sudah menyediakan hidangan yang satu ini.

Ice Cream Sundae memiliki rasa yang manis karena terbuat dari es krim, buah-buahan, sirup whip cream, serta buah cherry untuk hiasannya. Disajikan dengan menggunakan gelas atau mangkuk, membuat hidangan ini terlihat lebih cantik lagi.

Mate

Agar informasi yang kalian dapatkan dari artikel ini jadi lebih lengkap, sebaiknya kita tambahkan minuman khas Amerika, yaitu Mate atau mah-teh. Ini adalah sejenis minuman herbal yang sangat mirip dengan teh.

Biasanya minuman yang satu ini disajikan dalam wadah besar sehingga cocok untuk menjamu banyak orang. Jika kalian berkunjung ke negara Uruguay, Paraguay, Argentina, atau Brasil Selatan, kamu pasti akan melihat banyak orang membawa pot logam berisi Mate di dalamnya.

Coquito

Di Puerto Rico, liburan Natal tidak akan sempurna tanpa kehadiran Coquito. Ini adalah minuman yang terbuat dari campuran susu, krim kelapa, susu kental manis, rum, pala, cengkeh, serta kayu manis.

Beberapa orang bahkan mengganti kandungan alkohol di dalamnya dengan nanas, coklat, atau jambu biji agar minuman ini bisa dinikmati oleh banyak orang, termasuk anak-anak.

Nah, itulah ulasan mengenai makanan khas dari Amerika. Meskipun makanan-makanan tersebut terlihat asing, tetapi banyak juga masyarakat Indonesia yang cocok karena rasanya enak. Tidak ada salahnya juga mencoba berbagai makanan dari mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *